Implementasi Metode “Mehisa” dalam Mempelajari Ilmu Tajwid di Madin Nurul Islam Desa Krucil

Authors

  • Ramdan Wagianto Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Nuril Aini Istiqomah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Dewi Fatimah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Keywords:

Hidayatus Shibyan, Metode Mehisa, Tajwid

Abstract

Madin merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mempelajari tentang ilmu keagamaan. Diantara ilmu keagamaan yang dipelajari adalah ilmu Al-Qur’an, fiqih, hadist dan tajwid. Dalam mempelajari Al-Qur’an, ilmu tajwid sangat berperan penting dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, dalam pengajaran ilmu tajwid diperlukan metode yang membuat pembelajaran menjadi efektif dan membuat peserta didik merasa nyaman dalam mempelajarinya. Pembelajaran efektif belum bisa diterapkan di Madin Nurul Islam Desa Krucil Kecamatan Krucil. Hal tersebut dikarenakan  beberapa faktor, yaitu dari pengajar dan lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif untuk menerapkan metode Mehisa (Menyanyi Hidayatus Shibyan) dalam mempelajari ilmu tajwid supaya mempermudah santri dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ABCD (Asset Bassed Community Development). Subjek dalam kegiatan ini adalah santri Madin Nurul Islam di Desa Krucil. Berdasarkan penerapan metode Mahisa dapat dikatakan pembelajaran tajwid di Madin menjadi meningkat, hal tersebut diketahui ketika santri mulai aktif dan lancar dalam menghafal hukum-hukum bacaan tajwid.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Implementasi Metode “Mehisa” dalam Mempelajari Ilmu Tajwid di Madin Nurul Islam Desa Krucil. (2025). Najah: Journal of Research and Community Service, 3(3), 130-134. https://kalamnusantara.org/index.php/najah/article/view/88