Penguatan Literasi Fikih Santri Pondok Pesantren Zahanain Genggong Probolinggo melalui Pengenalan Perbandingan Madzhab: Sejarah, Metode Istinbath, dan Praktik Keagamaan
Keywords:
literasi fikih, perbandingan madzhab, santri, istinbath, ikhtilafAbstract
Penguatan literasi fikih di lingkungan pesantren menjadi penting dalam membentuk pemahaman keagamaan santri yang komprehensif, terutama dalam menghadapi keragaman pendapat hukum Islam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Zahanain Genggong Probolinggo dengan tujuan mengenalkan konsep perbandingan madzhab kepada santri melalui pembahasan sejarah madzhab, metode istinbath hukum, dan praktik keagamaan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode participatory learning, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, studi kasus, dan refleksi terhadap praktik fikih yang berkembang di masyarakat. Materi disusun dengan menekankan pemahaman terhadap empat madzhab fikih Sunni serta faktor metodologis yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat di antara para ulama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai keragaman pemikiran fikih dan mampu menjelaskan perbedaan pendapat berdasarkan dasar dan metode istinbath yang digunakan. Kegiatan juga mendorong terbentuknya sikap akademik dalam menyikapi ikhtilaf, yaitu tidak mudah menyalahkan praktik keagamaan yang berbeda serta mampu menempatkan perbedaan fikih sebagai bagian dari kekayaan intelektual Islam. Dengan demikian, pengenalan perbandingan madzhab dapat menjadi salah satu strategi edukatif dalam meningkatkan literasi fikih santri sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang inklusif dan kontekstual.




